Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Kabar Kuliner
Potret pembuat gelato Italia yang mengejar impian di Shanghai
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 14:04:04【Kabar Kuliner】493 orang sudah membaca
PerkenalanAlessandro Conti (kiri) berbincang dengan pelanggan di toko gelato miliknya di Shanghai, China timur

Shanghai (ANTARA) - Di Kawasan Perlindungan Sejarah Jalan Hengshan-Fuxing (Hengfu) di Distrik Xuhui, Shanghai, terdapat sebuah kedai bernama Amuni Gelato yang menawarkan es krim ala Italia.
Pemilik kedai gelato ini adalah Alessandro Conti.
Hubungan Conti dengan China bermula saat dia masih mahasiswa.
Conti mengambil jurusan bahasa Mandarin di Universitas Palermo dan kemudian mengikuti program pertukaran mahasiswa di Chongqing, China barat daya.
Mengantongi gelar sarjana dalam penerjemahan simultan, Conti fasih berbahasa Italia, Inggris, dan Mandarin.

"Saya telah tinggal di banyak kota di China, tapi Shanghai adalah favorit saya," kata Conti.
"Ini kota internasional yang beragam, serta memberikan kesempatan bagi semua orang untuk mengekspresikan diri."
Preferensi Conti terhadap Shanghai mendorongnya untuk menetap di Shanghai dan memulai bisnisnya sendiri.

Sebagai vlogger makanan Italia dan pengusaha yang berbasis di Shanghai, Conti percaya bahwa keterbukaan dan inklusivitas Shanghai menjadi katalis bagi pengusaha muda.
"Mendirikan perusahaan di sini sangat mudah. Dari pendaftaran hingga penerbitan izin usaha, efisiensinya luar biasa," ujar Conti. "Saya ingin membangun keluarga dan masa depan saya di sini."
Suka(7)
Artikel Terkait
- Pemkot Bandung salurkan bantuan bagi warga terdampak puting beliung
- Konsumsi gluten bagi yang alergi berisiko picu kerusakan pencernaan
- Puluhan tenaga SPPG di Semarang dilatih pengelolaan pangan halal
- Pesawat Smart Air tergelincir saat mendarat di lapangan terbang Tiom
- Asa yang tumbuh kembali di Sekolah Rakyat Makassar
- BGN: Pegawai SPPG yang korupsi akan diproses hukum hingga pemecatan
- Kemendag: Perlakuan udang terkontaminasi radioaktif dibahas intensif
- Anggota DPR RI
- Akademisi: Pendatang di Yogyakarta alami tiga fase adaptasi budaya
- Kemendag: Perlakuan udang terkontaminasi radioaktif dibahas intensif
Resep Populer
Rekomendasi

Dinkes: Waspada paparan mikroplastik dari air hujan

Mendagri ingatkan pemda efisiensikan belanja birokrasi

Anggota DPR RI

Anggota DPR: Program MBG jadi momen RI menuju lebih sehat & sejahtera

Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat

BPKH targetkan dana kelolaan haji capai Rp188,9 triliun pada 2025

Mensos ngak ingin terjadi perundungan di Sekolah Rakyat

Wamen PPPA harap hasil kebun di Gorontalo bisa dukung program MBG